Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran Lain. Tampilkan semua postingan

26 Agustus 2017

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contohnya


Selamat datang di  GuruIpa.com, Konjungsi atau yang sering kita kenal dengan kata penghubung atau kata sambung. Kata penghubung termasuk kata tugas yang berfungsi menghubungkan antar klausa, antar akalimat, atau antar paragraf. Konjungsi antarklausa diletakkan di di tengah-tengah kalimat, antara induk kalimat dan anak kalimat. Konjungsi antar kalimat diletakkan di awal kalimat. Sedangkan konjungsi antar paragraf diletakkan di awal paragraf.

Kata penghubung antar klausa umumnya terletak di tengah -tengah kalimat. Untuk kata penghubung antarkalimat, biasanya terletak di awal kalimat, setelah tanda titik, tanda tanya, dan tanda seru. Sementata kata penghubung antar paragraf, diletakkan di awal paragraf. Berikut jenis-jenis konjungsi:

A. Konjungsi Intra Kalimat


Konjungsi intra kalimat atau antar klausa adalah kata yang didalamnya mengaitkan atau menggabungkan klausa induk dan klausa anak. Dan biasanya banyak didapati ditengah-tengah kalimat. Di dalam intra kalimat (antar klausa), ada dua jenis kata penghubung atau konjungsi, adalah konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif, Berikut penjelasannya :

1. Konjungsi Koordinatif


Konjugsi Koordinatif yakni kata penghubung yg menggandengkan dua klausa atau lebih yg memiliki posisi sebanding. sample konjungsi koordinatif merupakan : dan, tetapi, atau, sedangkan, lagi pula, padahal, lalu, kemudian.
Berikut tabel contoh konjungsi koordinatif

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi2. Konjungsi Subordinatif

Konjugsi Subordinatif yaitu kata penghubung yg mengaitkan dua klausa atau lebih bersama kedudukan yg tak sama derajatnya, diantaranya : kala, sejak, agar, seperti, sesudah, jikalau, andai, seandainya, agar, bagai, petitih, maka, karena.
Berikut tabel contoh konjungsi subordinatif

Jenis-jenis Konjungsi Dan Contoh konjungsi


B. Konjungsi Antar Kalimat


Konjungsi antar kalimat yakni kata penghubung yg menggandengkan kalimat yg satu bersama kalimat yg yang lain. Konjungsi antar kalimat ini diperlukan kepada menyebut keuntungan yg berbeda-beda. sample konjungsi antar kalimat diantaranya : oleh sebab itu, namun, sebelum itu, dapat sekalipun, bersama begitu, hanya itu, tidak cuma itu, setelah itu, sebaliknya.

1 Agustus 2017

Inilah Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap

Pengertian, Fungsi, Tujuan dan Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap – Administrasi perkantoran adalah serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan perencanaan keuangan, penagihan dan pencatatan, personalia dan distribusi barang dan logistik dalam sebuah organisasi atau perusahaan.

administrasi perkantoran

George R. Terry

Menurut George R. Terry, Administrasi Perkantoran adalah perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran, serta penggerakan mereka yang melaksanakan agar mencapai tujuan-tujuan yang telah ditentukan.

Millis Geoffrey

Menurut Millis Geoffrey, Administrasi Perkantoran adalah seni membimbing personel kantor dalam menggunakan sarana yang sesuai dengan lingkungan demi mencapai tujuan yang ditetapkan.

W.H. Evans

Menurut W.H. Evans, Administrasi Perkantoran adalah fungsi yang menyangkut manajemen dan pengarahan semua tahap operasi perusahaan mengenai pengolahan bahan keterangan, komunikasi, dan ingatan organisasi.

William Leffingwell dan Edwin Robinson

Menurut William Leffingwell dan Edwin Robinson, Administrasi perkantoran merupakan cabang ilmu manajemen yang berbicara pada pelaksanaan pekerjaan dalam perkatoran secara efisien, dimana, dan kapan pekerjaan itu mesti dilakukan.

Fungsi Administrasi Perkantoran

Fungsi Rutin
Fungsi Rutin Administrasi perkantoran adalah fungsi administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran minimal yang mencakup pengarsipan, penggandaan dan lainnya. Biasanya fungsi rutin dilakukan oleh para staf administrasi yang harus bertanggung jawab atas aktivitas administrasi dalam sehari-hari.

Fungsi Teknis
Fungsi teknis administrasi perkantoran yaitu fungsi yang membutuhkan pendapat, keputusan dan keterampilan dalam perkantoran yang memadai, misalnya mengetahui penggunaan beberapa software. Fungsi teknis ini sering dilakukan para staf administrasi yang berada di departemen Teknologi Informasi.

Fungsi Analisis
Fungsu ini dalam administrasi perkantoran yang membutuhkan pemikiran yang kreatif dan kritis diikuti dengan adanya kemampuan dalam mengambil keputusan. Fungsi analisis ini biasanya dilakukan oleh seorang asisten manajer yang memiliki tanggung jawab dalam mendukung keputusan yang dibuat atasannya.


Fungsi Interpersonal
Fungsi pada administrasi perkantoran ini membutuhkan penilaian dan analisis yang akan menjadi dasar pengambilan keputusan serta keterampilan yang berkaitn dengan orang lain. Fungsi interpersonal ini sering dilakukan oleh staf administrasi sebagai jenjang karir sebelum naik jabatan menjadi manajer dalam suatu organisasi.

Fungsi Manajerial
Fungsi administrasi perkantoran ini membutuhkan perencanaan, pengoraganisasi, pemotivasian dan pengukuran. Biasanya fungsi manajerial ini dilakukan oleh staf yang setingkat dengan manajer yang akan bertanggung jawab akan pelaksanaan sistem dan prosedur dalam administrasi organisasi.

Tujuan Dan Tugas Administrasi Perkantoran

Adapun tujuan dan tugas  dari administrasi perkantoran, diantaranya:

  • Menangani segala keluhan atau pertanyaan dari konsumen tentang prosedur dan kebijakan.
  • Mengawasi segala pekerjaan kantor dan administrasi guna memastikan adanya kepatuhan terhadap standar kualitas, tenggat waktu dan prosedur yang tepat.
  • Memberikan bimbingan pada karyawan dalam menangani permasalahan yang sulit.
  • Menerapkan kebijakan dan memberikan standar pelayanan didalam hubungan dengan manajemen.
  • Mendiskusikan masalah prestasi kerja kepada karyawan guna  mengidentifikasi penyebab dari segala permasalahan dan berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut.
  • Melatih karyawan untuk menjalankan tugasnya.
  • Merekrut karyawan, wawancara dan memilihnya.
  • Menafsirkan dan mengomunikasikan segala prosedur kerja dan kebijakan perusahaan kepada staff.

Unsur-Unsur Administrasi Perkantoran

Unsur-unsur administrasi perkantoran melputi:
  • Organisasi, yaitu tempat dan kerja sama langkah kerja dalam mewujudkan tujuan penyelesaian pekerjaan yang telah ditetapkan)
  • Manajemen, yaitu rangkaian kegiatan penataan secara teratur agar pelaksanaan kegiatan administrasi perkantoran berjalan secara teratur dan terkendali.
  • Personalia, yaitu bentuk aktivitas yang berhubungan dengan pengelolaan sumber daya manusia yang dibutuhkan dalam organisasi kerja.
  • Keuangan, yaitu kegiatan yang dilakukan terkait dengan pengelolaan anggaran.
  • Perlengkapan, yaitu kegiatan mengelola segala kebutuhan perabotan kantor, mesin kantor, alat tulis kantor, dan perlengkapan ruang kerja lainnya.
  • Ketatausahaan, yaitu aktivitas pengolahan informasi yang dibutuhkan untuk membantu proses penyelesaian pekerjaan pokok organisasi.
  • Komunikasi, yaitu aktivitas yang menyelenggarakan pendistribusian informasi pada proses penyelesaian pekerjaan pada organisasi kerja.
  • Hubungan masyarakat, kegiatan yang menghubungkan kepentingan internal organisasi kerja dengan eksternal organisasi kerja yang ada kepentingan dengan organisasi kerja atau sebaliknya.

Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran

Ruang lingkup administrasi perkantoran meliputi:
1. Kegiatan kantor, hal ini meliputi:
  • Perencanaan perkantoran
  • Pengorganisasian perkantoran
  • Pengarahan perkantoran
  • Pengawasan perkantoran
2. Sarana dan Fasilitas Kerja Perkantoran, hal ini meliputi:
  • Lokasi kantor
  • Gedung
  • Peralatan
  • Interior
  • Mesin Kantor
Demikian yang bisa saya bahas tentang ”Pengertian, Fungsi, Tujuan, Tugas, Unsur dan Ruang Lingkup Administrasi Perkantoran Lengkap“, semoga bermanfaat dan jangan lupa ikuti postingan kami berikutnya.

20 Juli 2017

Inilah Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap

Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap – Ambigu atau ketaksaaan merupakan suatu bentuk kalimat yang memiliki makna ganda. Ambiguitas juga dapat terjadi dalam berbagai tatanan bahasa, frasa dan klausa

Jenis Kalimat Ambigu

Berdasarkan bentuknya, keambiguan dalam kalimat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Ambiguitas Fonetik, Ambiguitas Grametikal dan Ambiguitas Leksikal.

kalimat ambigu

Ambiguitas Fonetik

Ambiguitas Fonetik adalah kembiguan yang terjadi karena adanya kesamaan bunyi-bunyi yang diucapkan dan biasanya keambiguan ini terjadi di dalam dialog atau percakapan sehari-hari. Contoh kalimat ambigu fonetik, salah satunya:


Kemarin dila datang memberi tahu
Kalimat diatas menimbulkan keambiguan karena memiliki dua makna, apakah kemarin dila datang memberi tahu berupa makanan atau memberi suatu informasi.


Untuk mengetahui makna kalimat tersebut secara keseluruhan, maka harus mendengarkan pembicaraan secara utuh.

Ambiguitas Gramatikal

Ambiguitas gramatikal adalah keambiguan yang terjadi karena proses pembentukan suatu ketatabahasaan baik pembentukan kata, frasa, maupun kalimat. Kata atau frasa yang memiliki keambiguitasan jenis ini akan hilang apabila dimasukkan ke dalam kalimat. Contoh kalimat ambigu gramatikal, antara lain :

Orang tua

Kata diatas memiliki dua makna ganda, orang tua yang berarti bapak dan ibu atau orang tua yang berarti orang yang sudah tua. Oleh karena itu, untuk mengetahui makna yang sebenarnya harus disatukan dalam satu kalimat, contohnya:
  • Orang tua Alya tidak dapat menghadiri rapat.
  • Orang tua itu hendak ke rumah saudaranya namun tersesat.

Ambiguitas Leksikal

Ambiguitas Leksikal adalah Keambiguan yang terjadi karena faktor kata itu sendiri. Pada dasarnya setiap kata mempunyai makna lebih dari satu tergantung pada kalimat yang menyertainya. Contoh kalimat Ambiguitas Leksikal, diantaranya:
Bulan
  • Malam ini akan datang bulan purnama “kata Datang bulan dikalimat tersebut bermakna Asli”.
  • Aku datang bulan setiap awal bulan “kata Datang bulan pada kalimat tersebut bermakna datang menstruasi pada wanita”.
Lari
Kata lari memiliki dua makna yakni mengerjar sesuatu atau menjauh dari sesuatu.
perhatikan kaliamt dibawah ini:

  • Aku berlari mengejar bus sekolahnya. (kata lari pada kalimat tersebut bermakna mengejar sesuatu)
  • Dia lari dari kenyataan.(kata lari pada kalimat tersebut bermakna menjauhi sesuatu).

Faktor Penyebab Ambiguitas

Faktor Morfologi

Keambiguan yang terjadi akibat pembentukan kata itu sendiri, Contohnya:
“Permen itu tertelan oleh adikku”

Kalimat diatas menimbulkan keambiguan, apakah:
Permen itu sengaja tertelan atau Permen itu akhirnya dapat ditelan.

Faktor Sintaksis

Faktor keambiguan ini terjadi karena susunan kata dalam kalimat yang kurang jelas. Contohnya:
“Gigit jari”
1. Salwa hanya bisa gigit jari melihat barang yang diinginkannya karena tidak memili uang.
2. Rahma menggigit jarinya hingga berdarah.

Kata gigit jari pada dua kalimat diatas memilikimakna yang berbeda yaitu gigit jari yang berarti putus asa (kalimat 1) dan gigit jari yang berarti benar-benar menggigit jari (kalimat 2).

Faktor Struktural

Faktor struktural adalah faktor keambiguitasan akibat struktur kalimat itu sendiri. Contohnya:
  • Pembagian, jadwal baru dilakukan pada hari senin. (Yang dibagi jadwal baru )
  • Pembagian jadwal, baru dilakukan pada hari senin. (Yang dibagi hari minggu adalah jadwal)
Demikian penjelasan yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Kalimat Ambigu, Jenis dan Contoh Kalimat Ambigu Beserta Penjelasannya Lengkap. Semoga  bermanfaat

Inilah Pengertian Bela Negara, Unsur Dasar, Dasar Hukum, Tujuan, Fungsi, Bentuk dan Contoh Upaya Bela Negara Lengkap

Pengertian Bela Negara, Unsur Dasar, Dasar Hukum, Tujuan, Fungsi, Bentuk dan Contoh Upaya Bela Negara Lengkap – Bela Negara adalah sikap atau perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan megara seutuhnya.

Pengertian upaya bela negara yaitu, Upaya Bela Negara adalah tekad, sikap dan perilaku warga negara yang dilakukan secara teratur, menyeluruh dan terpadu serta dijiwai oleh kecintaan pada NKRI berdasarkan pancasila dan UUD 1945 dalam mejamin kelangsungan hidup bangsa dan negara.

Unsur Dasar Bela Negara

Adapun unsur dasar dalam bela negara diantaranya:

  • Cinta Tanah Air
  • Kesadaran Berbangsa & bernegara
  • Yakin akan Pancasila sebagai ideologi negara
  • Rela berkorban untuk bangsa & negara
  • Memiliki kemampuan awal bela negara

Dasar Hukum Bela Negara

Dasar hukum upaya bela negara yaitu:
  • Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan bahwa semua warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara.
  • Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menyatakan bahwa tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

Tujuan Bela Negara

Adapun tujuan bela negara yaitu:

  • Untuk mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara
  • Untuk melestarikan budaya
  • Untuk menjalankan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945
  • Untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara
  • Untuk menjaga identitas dan integritas bangsa dan negara.

Fungsi Bela Negara

Adapun fungsi bela negara, yaitu:
  • Mempertahankan negara dari berbagai ancaman baik dari luar ataupun dalam.
  • Menjaga keutuhan wilayah negara
  • Merupakan kewajiban setiap warga negara
  • Merupakan panggilan sejarah

Manfaat Bela Negara

Berikut adalah beberapa manfaat yang diperoleh dari bela negara:
  • Membentuk perilaku jujur, tegas, adil, tepat dan kepedulian antar sesama.
  • Membentuk sikap disiplin waktu,aktivitas dan pengaturan kegiatan lain.
  • Berbakti pada orang tua, bangsa, dan agama.
  • Membentuk jiwa kebersamaan dan solidaritas antar sesama rekan seperjuangan.
  • Membentuk mental dan fisik yang tangguh.
  • Melatih kecepatan, ketangkasan, ketepatan individu dalam melaksanakan kegiatan.
  • Menanamkan rasa kecintaan pada Bangsa dan Patriotisme sesuai dengan kemampuan diri.
  • Melatih jiwa leadership dalam memimpin diri sendiri maupun kelompok.
  • Membentuk Iman dan Taqwa pada Agama yang dianut oleh individu.
  • Menghilangkan sikap negatif seperti malas, apatis, boros, egois, dan tidak disiplin.

Bentuk Bela Negara

Adapun bentuk bentuk upaya bela negara di Indonesia, diantaranya:

  • Pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan
  • Wajib Militer
  • Pengabdian sebagai anggota TNI
  • Pengabdian Profesi
  • Pengabdian masyarakat

Contoh Bela Negara

Berikut ini adalah contoh upaya bela negara yang dapat dilakukan sehari-hari, diantaranya:
  • Menciptakan suasana rukun, damai, dan harmonis dalam keluarga.
  • Membentuk keluarga yang sadar hukum
  • Meningkatkan iman dan takwa dan iptek
  • Kesadaran untuk menaati tata tertib sekolah
  • Menyanyikan lagu kebangsaan
  • Menciptakan suasana rukun, damai, dan aman dalam masyarakat
  • Menjaga keamanan kampung secara bersama-sama
  • Mematuhi peraturan hukum yang berlaku
  • Membayar pajak tepat pada waktunya
  • Belajar dengan rajin bagi para pelajar
  • Taat pada hukum dan aturan negara
  • Memakai dan mencintai produk dalam negeri
  • Melestarikan budaya yang ada

6 Juli 2017

Inilah Pengertian Manajemen Aset, Contoh Aset, Tujuan dan Siklus Manajemen Aset Lengkap

Manajemen Aset
Pengertian Manajemen Aset, Tujuan, Contoh Aset dan Siklus Manajemen Aset Lengkap – Manajemen Aset adalah proses pengambilan keputusan dean implementasi yang sesuai dengan akusisi, penggunaan dan pembagian aset tersebut. Pengertian Aset sendiri yaitu segala sesuatu yang mempunyai nilai ekonomi yang bisa dimiliki baik oleh individu, perusahaan, ataupun pemerintah yang bisa dinilai secara finansial.

Terdapat 2 jenis aset yaitu aset berwujud dan aset tak berwujud:
  • Aset Berwujud berarti aset atau kekayaan tersebut nampak dan berbentuk. Contoh aset berwujud antara lain: Bangunan, Tanah, Jalan, Peralatan dan lain sebagainya.
  • Aset Tidak Berwujud, berarti aset atau kekayaan tersebut tidak berbentuk secara fisik. Contoh aset tak berwujud antara lain: Hak Cipta dan Hak Paten.

Gima Sugiama (2013)

Menurut Gima Sugiama, Manajemen Aset adalah ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang mencakup proses merencanakan kebutuhan aset, mendapatkan, menginventarisasi, melakukan legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan, atau menghapuskan hingga mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

Departemen Transportasi Amerika Serikat (1996)

Menurut Departemen Transportasi Amerika Serikat, Management Asset is a systematic process of maintaining, upgrading, and operating physical assets cost effectively.It combines engineering principles with sound business practices and economic theory, and it provides tools to facilitate a more organized, logical approach to decision making.Thus, asset management provides a framework for handling both short and longrange planning.

Siregar (2004)

Menurut Siregar, Manajemen aset adalah salah satu profesi atau keahlian yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintahan maupun di satuan kerja atau instansi

Tujuan Manajemen Aset

Adapun tujuan dari manajemen aset yaitu:
  • Meminimisasi biaya selama umur aset bersangkutan
  • Dapat menghasilkan laba maksimum
  • Menunjukan kejelasan status kepemilikan aset
  • Menginventarisasi kekayaan daerah dan masa guna aset
  • Untuk mengamankan aset
  • Sebagai dasar penyusunan neraca akuntansi
  • Dapat mencapai penggunaan serta pemanfaatan aset secara optimum

Siklus Manajemen Aset

Adapun tahapan-tahapan dari manajemen aset yang saling berkaitan sehingga membentuk suatu siklus. Berikut siklus manajemen aset:

Perencanaan Kebutuhan Aset

Pada tahap ini pihak manajemen aset merencanakan hal apa saja yang dibutuhkan untuk pengelolaan aset. Misalnya kebutuhan untuk pengadaan, inventarisasi, perawatan dan lain sebagainya.

Pengadaan Aset

Pengadaan aset ini merupakan kegiatan untuk mendapatkan aset. Aset seperti barang atau jasa dapat diperoleh dengan menggunakan biaya sendiri atau dari pihak lain begitupun dengan pelaksanaannya.

Inventarisasi Aset

Tahap ini merupakan rangkaian kegiatan mengidentifikasi kualitas dan kuantitas aset secara fisik ataupun non fisik dan secara yuridis atau legal, tiap aset diberi kodefikasi dan didokumentasikan untuk kepentingan pengelolaan aset bersangkutan.

Legal Audit Aset

Pada tahap ini dilakukan pengauditan mengenai status aset, sistem dan prosedur pengadaan, sistem dan prosedur pengalihan. Selain itu, dilakukan pula pengidentifikasian adanya indikasi permasalahan legalitas, sekaligus pencarian solusi untuk masalah tersebut atau yang terkait penguasaan dan pengalihan aset.

Penilaian Aset

Tahap ini merupakan proses kerja untuk menentukan nilai aset yang dimiliki, sehingga bisadi ketahui dengan jelas nilai kekayaan yang dimiliki, yang akan dialihkan ataupun yang akan dihapuskan.
Pengoperasian Dan Pemeliharaan Aset
Pada tahap ini aset yang dimiliki dimanfaatkan dalam menjalankan tugas dan pekerjaan guna mencapai suatu tujuan. Selain itu segala bentuk aset juga dijaga dan diperbaiki agar bisa dioperasikan dan berfungsi sesuai dengan harapan.

Penghapusan Aset

Setelah melakukan penilaian aset, maka akan terlihat aset yang kira-kira tidak terlalu menguntungkan bagi perusahaan. Aset-aset tersebut selanjutnya akan masuk tahap penghapusan.Tahap penghapusan terbagi menjadi dua bagian yaitu:
  • Pengalihan Aset
    Usaha memindahkan hak dan atau tanggung jawab, wewenang, kewajiban penggunaan, pemanfaatan dari sebuah unit kerja ke unit yang lainnya di lingkungan sendiri seperti penjualan, penyertaan modal, dan lainnya.
  • Pemusnahan Aset
    Usaha untuk mengurangi aset dengan cara dimusnahkan atau dihancurkan karena sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Pembaharuan  atau Rejuvinasi Aset

Selain penghapusan, aset yang sudah tidak produktif bisa diperbaharui agar dapat dimanfaatkan kembali hingga umur ekonomisnya habis. Peremajaan ini bisa berupa perbaikan menyeluruh maupun penggantian suku cadang dengan tujuan aset bisa beroperasi seperti  semula.
Demikian artikel tentang”Pengertian Manajemen Aset, Contoh Aset, Tujuan dan Siklus Manajemen Aset Lengkap“, semoga bermanfaat.

5 Juli 2017

Inilah Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis dan Dampak Bullying Lengkap

Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis dan Dampak Bullying Lengkap  Bullying atau Penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaaan untuk menylahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Hal tersebut meliputi pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan bisa diarahkan berulang pada korban tertentu atas dasar agama, kemampuan, gender, ras dan lain sebagainya.


Bullying

Pengertian Bullying yang lain yaitu, Bullying adalah aktivitas yang dilakukan dengan tujuan memojokan orang lain dengan nada merendahkan, mengolok-olok hingga kekerasan fisik.
Biasanya bullying terjadi bukan karena marah atau konflik yang tak terselesaikan, akan tetapi lebih merujuk pada rasa superioritas atau dengan kata lain untuk menunjukan bahwa pelaku bully yang paling kuat dam punya hak untuk merendahkan, menghina atau bertindak semena-mena pada orang lain.

Penyebab Bullying

Adapun beberapa penyebab tejadinya perilaku bullying ini, diantaranya:
  • Adanya rasa Ingin Berkuasa
  • Akibat kurang perhatian dari orang sekitar
  • Pelaku pernah menjasi korban kekerasan
  • Akibat sering berkelahi
  • Akibat meniru tindakan kekerasan dari film atau game
  • Dan lain sebagainya

Bentuk-Bentuk Bullying

Terdapat 2 bentuk penindasan, yaitu penindasan fisik dan penindasan psikologis.

Penindasan Fisik

Bentuk penindasan ini dilakukan dengan kontak secara fisik yang menyebabkan sakit fisik, luka, cedera, atau penderitaan fisik lainnya. Contoh bentuk tindakan bullying fisik yaitu memukul, , menendang san lain sebagainya.

Penindasan Psikologis

Bentuk penindasan ini menyebabkan trauma psikologis, ketakutan, depresi, kecemasan, stres dan juga kegalauan/gusar bagi penerima bullying.

Macam Macam Bullying

Terdapat beberapa jenis bullying. Bentuk bullying dapat berupa tindakan fisik atau verbal baik dapat dilakukan langsung atau tidak langsung.

Menurut Barbara Coloroso (2006:47-50), Terdapat 4 jenis Bullying yaitu:

Bullying Secara Verbal

Jenis tindakan yang dilakukan pada bullying ini yaitu berupa julukan nama, celaan, fitnah, kritikan kejam, penghinaan, pernyataan-pernyataan yang bernuansa ajakan seksual atau pelecehan seksual, terror, surat-surat yang mengintimidasi, gosip dan sebagainya. Bullying dalam bentuk verbal merupakan salah satu jenis bullying yang paling mudah dilakukan dan bullying ini akan menjadi awal dari perilaku bullying lainnya.

Bullying Secara Fisik

Jenis bullying ini berupa memukuli, menendang, menampar, mencekik, menggigit, mencakar, meludahi, dan merusak serta menghancurkan barang milik anak yang ditindas. Bullying jenis ini merupakan jenis bullying yang paling tampak dan mudah diidentifikasi, namun kejadian bullying secara fisik tidak sebanyak bullying bentuk lain. Remaja yang kerap melakukan bullying dalam bentuk fisik kerap yaitu remaja yang paling bermasalah dan cenderung akan beralih pada tindakan kriminal yang lebih lanjut.

Bullying Secara Relasional

Jenis bullying ini merupakan jenis bullying berupa pelemahan harga diri korban secara sistematis melalui pengabaian, pengucilan atau penghindaran. Perilaku ini dapat mencakup sikap yang tersembunyi seperti pandangan agresif, lirikan mata, helaan nafas, cibiran, tawa mengejek dan bahasa tubuh yang mengejek.
Perilaku bullying jenis ini cenderung yang paling sulit dideteksi dari luar. Bullying secara relasional mencapai puncak kekuatan pada awal masa remaja, karena saat tersebut terjadi perubahan fisik, mental emosional dan seksual remaja serta mencoba mengetahui diri dan menyesuaikan diri dengan teman sebaya.

Bullying Elektronik

Bullying jenis ini merupakan bentuk perilaku bullying yang dilakukan pelaku melalui sarana elektronik seperti komputer, handphone, internet, website, chatting room, e-mail, SMS dan lain sebagainya. Bullying ini biasanya ditujukan untuk meneror korban dengan tulisan, animasi, gambar dan rekaman video atau film yang bersifat mengintimidasi, menyakiti atau menyudutkan. Bullying jenis ini biasanya dilakukan oleh kelompok remaja yang telah mempunyai pemahaman yang cukup baik pada sarana teknologi informasi dan media elektronik lainnya.
Menurut Riauskina, Djuwita, dan Soesetio (2005), Terdapat 5 jenis bullying yaitu
  • Kontak fisik langsung, seperti: memukul, mendorong, menggigit, menjambak, menendang, mengunci seseorang dalam ruangan, mencubit, mencakar, juga termasuk memeras dan merusak barang yang dimiliki orang lain.
  • Kontak verbal langsung, seperti: mengancam, mempermalukan, merendahkan, mengganggu, memberi panggilan nama, sarkasme, merendahkan, mencela/mengejek, mengintimidasi, memaki, menyebarkan gosip.
  • Perilaku non-verbal langsung, seperti: melihat dengan sinis, menjulurkan lidah, menampilkan ekspresi muka yang merendahkan, mengejek, atau mengancam, biasanya disertai oleh bullying fisik atau verbal.
  • Perilaku non-verbal tidak langsung, seperti: mendiamkan seseorang, memanipulasi persahabatan sehingga menjadi retak, sengaja mengucilkan atau mengabaikan, mengirimkan surat kaleng.
  • Pelecehan seksual, terkadang dikategorikan perilaku agresi fisik atau verbal. Meskipun laki-laki dan perempuan melakukan bullying cenderung menggunakan bullying verbal, tetapi umumnya, perilaku bullying fisik lebih banyak dilakukan laki-laki dan bullying verbal banyak dilakukan perempuan.

Dampak Bullying

Bullying dapat berdampak positif ataupun negatif bagi pelaku, penerima ataupun pihak lainnya. Berikut ini adalah dampak tindakan bulliying.

Dampak Negatif

Korban bullying lebih berisiko mengalami berbagai masalah, baik secara fisik maupun mental. Adapun masalah yang mungkin terjadi pada korban bullying antara lain:
  • Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur. Masalah tersebut
  • kemungkinan akan terbawa hingga korban dewasa.
  • Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot.
  • Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah.
  • Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis.
  • Dalam kasus yang cukup langka, korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.

Dampak Positif

Bullying dapat mendorong munculnya berbagai perkembangan positif bagi korban bullying. Korban bullying cenderung akan:
  • Lebih kuat dan tegar menghadapi masalah.
  • Termotivasi untuk menunjukkan potensinya agar tidak direndahkan lagi.
  • Termotivasi untuk berintrospeksi diri sendiri.
Demikian penjelasan tentang Pengertian Bullying, Penyebab, Bentuk, Macam Jenis, Dampak Bullying Lengkap . Semoga postingan ini bermanfaat.

4 Juli 2017

Inilah Pengertian Lembaga Politik, Ciri Ciri Lembaga Politik, Fungsi & Peran Lembaga Politik dan Contoh Lembaga Politik Di Indonesia Lengkap

Lembaga Pilitik
Pengertian Lembaga Politik, Ciri Ciri Lembaga Politik, Fungsi & Peran Lembaga Politik dan Contoh Lembaga Politik Di Indonesia Lengkap – Kali ini kita akan membahas tentang pengertian lembaga politik secara umum, pengertian lembaga politik menurut para ahli, ciri ciri lembaga politik, fungsi dan peran lembaga politik serta contoh lembaga politik di Indonesia.

Pengertian Lembaga Politik

Lembaga Politik adalah kumpulan peraturan sosial yang dibentuk untuk mengatur kelompok orang yang berkuasa atau penguasa dengan kelompok orang yang dikuasai atau rakyat.
Lembaga Politik adalah berbagai kegiatan masyarakat dalam suatu wilayah negara yang menyangkut proses-proses penentuan dan pelaksanaan kehidupan bernegara.

Pengertian lain, Lembaga Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam suatu masyarakat yang nyata dalam proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Dalam politik, lembaga politik menangani berbagai permasalahan di dalam adminsitrsi dan tata tertib umum demi tercapainya keamanan dan ketenteraman masyarakat. Lembaga-lembaga politik yang ada di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Kornblum
Menurut Kornblum, Lembaga politik adalah seperangkat norma dan status yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan dan wewenang.

Surbakti

Menurut Surbakti, Lembaga politik adalah pranata yang memegang monopoloi penggunaan paksaan fisik dalam suatu wilayah tertentu.

Kamanto Soenarto

Menurut Kamanto soenarto, Lembaga politik adalah suatu badan yang mengkhususkan diri pada pelaksanaan kekuasaan danwewenang. Oleh karena itu, lembaga politik meliputi eksekutif, legislatif, yudikatif, keamanan dan pertahanan nasional, serta partai politik.

J.W.Schorel

Menurut J.W.Schorel, Lembaga politik adalah badan yang mengatur dan memelihara tata tertib dan untuk memilih pemimpin yang berwibawaan dan karismatik.

Ciri Ciri Lembaga Politik

Adapun ciri-ciri lembaga politik yaitu:
  • Adanya kelompok masyarakat yang mempunyai wilayah dan telah menempati wilayah tersebut dalam waktu yang lama. Selain itu, mereka juga mempunyai normadan nilai sosial yang sudah dipenuhi bersama.
  • Adanya perkumpulan politik yang dibentuk dengan sistem tertentu.
  • Sebagian individu yang merupakan penduduk wilayah tersebut diberiwewenang untuk melakukan tugas pemerintahan, baik dengan anjuran maupun pemaksaan.
  • Hak dan kewajiban yang dimiliki pemerintahan hanya berlaku dalam batas wilayah mereka saja.

Fungsi Lembaga Politik

Dalam masyarakat, lembaga politik dibentuk untuk memberikan aturan-aturan pada masyarakat agar menjadi warga negara yang baik. Berikut ini beberapa fungsi dan peran Lembaga Politik
  • Menjaga ketertiban masyarakat di dalam wilayah.
  • Menjaga keamanan masyarakat dari ancaman baik dari dalam dan luar negeri.
  • Melakukan berbagai usaha guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Contoh Lembaga Politik

Berikut ini beberapa contoh lembaga politik yang ada di Indonesia, antara lain:
  • Majelis Permusyawaratan Rakyat(MPR)
    Presiden an Wakil Presiden
  • Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
  • Dewan Pertimbangan Agung (DPA)
  • Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK)
  • Mahkamah Agung (MA)
  • Mahkaman Konstitusi (MK)
  • Komisi Yudisial (KY)
  • Dan Lain sebagainya
Demikian penjelasan yang kami sampaikan tentang Pengertian Lembaga Politik, Ciri, Fungsi dan Contoh Lembaga Politik.  Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya.

2 Juli 2017

Inilah Pengertian Lembaga Agama, Fungsi dan Macam-Macam Lembaga Agama Lengkap

Pengertian Lembaga Agama, Fungsi dan Macam-Macam Lembaga Agama Lengkap – Kali ini kita akan membahas tentang pengertian lembaga agama, fungsi lembaga agama dan macam-macam lembaga agama di Indonesia. Namun sebelumnya kita akan membahas tentang pengertian agama, unsur agama dan fungsi agama itu sendiri.

Lembaga Agama
Pengertian Agama
Agama merupakan suatu koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan atau perintah dari kehidupan.
Unsur-Unsur Agama

Kepercayaan
Setiap agama pasti mempunyai kepecayaan seperti percaya kepada Tuhan, nabi-nabi, kitab dan lainnya.

Simbol
Setiap agama mengenal berbagai lambang atau simbol, baik itu berupa pakaian, ucapan, tulisan maupun tindakan.

Praktek
Setiap ajaran agama yang ada mempunyai praktek keagamaan seperti sholat, kebaktian, puasa, semedi, dan lain sebagainya.

Pemeluk
Agama mempunyai sejumlah pemeluk atau pengikut.
Pengalaman keagamaan
Setiap pemeluk agama mempunyai beberapa bentuk pengalaman keagamaan

Fungsi Agama

Fungsi Manifes
Menurut Horton dan Hunt (1966:130), fungsi manifes agama yaitu
  • Sebagai doktrin
  • Sebagai pengatur ritual
  • Sebagai penyedia seperangkat norma untuk menentukan perilaku yang sesuai dengan ajaran agama
Fungsi Laten
Menurut Emile Durkheim (1976), fungsi laten agama yaitu dapat mempererat hubungan masyarakat melalui fungsi agama untuk menggerakkan dan membantu menjalani hidup melalui komunikasi dengan Tuhan.

Pengertian Lembaga Agama


Lembaga agama adalah lembaga yang mengatur kehidupan atau tingkah laku manusia yang dalam berkaitan dengan kehidupan beragama.

Lembaga agama adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama dengan maksud memajukan kepentingan hidup beragama yang ada dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Tujuan lembaga agama yaitu untuk menigkatkan kualitas hidup beragama setiap umat.

Selain pengertian diatas, pengertian lembaga agama yang lainnya yaitu, lembaga agama adalah sistem keyakinan dan praktek keagamaan dalam masyarakat yang telah dirumuskan dan dibakukan.

Pengertian Lembaga Agama Menurut Ahli
Emile Durkheim

Menurut Emile Durkheim, Lembaga Agama adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat praktek yang berhubungan dengn agama, kepercayaan dan hal hal suci yang berguna untuk mempersatukan umat.

Bruce J

Menurut Bruce J, Lembaga agama adalah lembaga yang bertujuan untuk mengatur kehidupan manusia dalam beragama. Fungsinya untuk pencarian identitas moral, memberikan tafsiran dan penjelasan serta meningkatkan solidaritas kelompok.
Fungsi Lembaga Agama

Adapun fungsi dan peran lembaga agama, antara lain:
  1. Sebagai pedoman hidup
  2. Sebagai sumber kebenaran
  3. Sebagai pengatur tata cara hubungan antara sesama manusia dan manusia dengan Tuhan
  4. Sebagai tuntunan prinsip benar dan salah
  5. Sebagai pedoman pengungkapan perasaan persaudaraan dalam agama yang mewajibkan berbuat baik pada sesama manusia.
  6. Sebagai pedoman keyakinan manusia untuk melakukan perbuatan baik dan selalu disertai dengan keyakinan bahwa perbuatannya merupakan kewajiban dari Tuhan dan perbuatannya tersebut akan mendapatkan pahala, meskipun perbuatan sekecil apapun.
  7. Sebagai pedoman kebenaran yang pada hakikatnya makhluk hidup di dunia merupakan ciptaan tuhan.
  8. Sebagai pengungkapan perasaan nilai estetika manusia yang cenderung menyukai keindahan.
  9. Sebagai pedoman rekreasi dan hiburan. Dalam mencari kepuasan batin melalui rekreasi dan hiburan, haruslah tidak melanggar kaidah-kaidah agama.
Macam-Macam Lembaga Agama
Berikut ini Macam-Macam Lembaga Agama di Indonesia
  • Islam = Majelis Ulama Indonesia (MUI)
  • Kristen = Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI)
  • Katolik = Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
  • Hindu = Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
  • Buddha = Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi)
  • Khonghucu = Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin)

Demikian penjelasan tentang Pengertian Lembaga Agama, Fungsi dan Macam-Macam Lembaga Agama Lengkap . Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada postingan selanjutnya